Jumat, 16 September 2011

VISUALISASI OPERASI LINTAS UDARA


Visualisasi Operasi Lintas Udara

image
PENGERTIAN-PENGERTIAN
 
1.         Operasi Linud . Adalah operasi gabungan yang dilancarkan melalui udara oleh Satgasud dan Satgas Linud beserta bantuan logistik dan peralatannya kedaerah sasaran, dengan cara diterjunkan atau didaratkan (air landed) serta ekstraksi dalam rangka melaksanakan tugas taktis dan strategis.
 
2.         Daerah Penerjunan (DPn) / Dropping Zone (DZ) .   Adalah suatu daerah tertentu yang disiapkan untuk pasukan lintas udara dan alat perlengkapannya diterjunkan dengan menggunakan payung udara.
 
3.         Daerah Pendaratan (DPd) / Landing Zone (LZ) .              Adalah suatu daerah tertentu yang disiapkan, cukup luas dan bebas dari rintangan yang dipergunakan sebagai tempat pendaratan bagi pesawat yang bersayap tetap atau bersayap putar.
 
4.         Daerah Ekstraksi (Extraction Zone ) .      Adalah suatu daerah tertentu yang dipersiapkan dimana alat perlengkapan dan perbekalan dikeluarkan dari pesawat dengan teknik ekstraksi pada ketinggian relatif rendah.
 
5.         Daerah Marshalling (Marshalling Area ) .               Adalah suatu daerah didekat pangkalan udara pemberangkatan dimana satuan lintas udara melaksanakan kegiatan untuk keperluan persiapan akhir sebelum pemuatan.
 
6.         Tumpuan Udara .          Adalah suatu daerah diwilayah musuh yang telah direbut dan dikuasai melalui operasi serbuan lintas udara dan dijadikan daerah pertahanan dengan menggunakan bentuk pertahanan melingkar untuk dipergunakan sebagai pancangan kaki atau sebagai pangkalan depan dalam rangka operasi darat lanjutan.
 
7.         High Altitude High Opening (HAHO) .    Adalah suatu terjun bebas dengan membuka payung setelah keluar dari pesawat terbang pada suatu ketinggian yang relatif tinggi, penerjun menggunakan masker oksigen.    Setelah membuka payung kemudian mengemudikan payungnya untuk menuju suatu titik pendaratan yang telah ditentukan .
 
  8.         High Altitude Low Opening (HALO) .   Adalah suatu terjun bebas dengan membuka payung pada ketinggian relatif rendah tanpa menggunakan masker oksigen.  Setelah membuka payung kemudian mengendalikan payungnya untuk menuju suatu titik pendaratan yang telah ditentukan.
 
9.         Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) .          Adalah gabungan tim pengendali pertempuran dan tim keamanan yang di susupkan terlebih dahulu kedaerah sasaran dalam operasi lintas udara.
 
10.        Pos Pengendali Visual (Visual Control Post) .   Adalah suatu sarana komunikasi dan unsur tim pelayanan yang bertugas untuk menuntun pesawat, memberikan petunjuk serta keterangan kepada pesawat terbang tentang data-data DPn/DPd dan juga pengendali bantuan tembakan udara.
 
11.        Pusat Pengontrolan .      Adalah Pos Komando dan Pusat Komunikasi Pandu Udara untuk mengontrol lalu lintas udara  dalam hal pendekatan ke dan di Daerah Pendaratan/ Penerjunan serta untuk menjamin gerakan-gerakan diudara yang cepat, teratur dan aman.
 
12.        Titik Pelepasan/Released Point (RP) .    Adalah suatu titik kontrol yang didirikan dan merupakan titik tanda navigasi terakhir untuk pesawat yang mendekati Daerah Penerjunan/ Pendaratan.
 
13.        Tempat Parkir  Pesawat .           Adalah suatu jalur khusus yang digunakan untuk gerakan pesawat terbang didarat dalam rangka menuju / meninggalkan landasan terbang (Run way).
 
14.        Titik Muat/Bongkar .          Adalah suatu tempat yang digunakan untuk keperluan pemuatan/ pembongkaran ke dan dari pesawat.
 
15.        Tinggal Landas (Take Off) .       Adalah tahap penerbangan sejak mulai pesawat berada di ujung landasan (Run way) sampai dengan pesawat lepas landas.
 
16.        Titik Berkumpul .          Adalah suatu tempat disekitar DPn, dimana pasukan beserta perlengkapannya mengadakan reorganisasi untuk melaksanakan tugas selanjutnya .
 
17.        Operasi Mobud .           Adalah suatu bentuk operasi dimana pasukan tempur darat dan perlengkapannya dipindahkan secara taktis melalui udara dengan pesawat helikopter langsung pada sasaran atau beberapa jarak dari daerah sasaran dibawah pengendalian Komando Operasi Darat untuk dilibatkan dalam suatu pertempuran di darat.
 
18.        Operasi Tempur .           Adalah segala kegiatan, tindakan, dan usaha secara berencana dengan menitik beratkan pada penggunaan sistem senjata teknologi untuk menghancurkan musuh.
 
19.        Operasi Pergantian .        Adalah suatu bentuk operasi dimana suatu satuan menggantikan tugas satuan lain yang dalam keadaan siap, sedang atau baru selesai kontak dengan musuh.
 
20.        Operasi Pemindahan Kebelakang .      Adalah suatu pemindahan / gerakan taktis dalam suatu medan pertempuran kearah belakang, termasuk tindakan-tindakan untuk melindunginya.           
 
21.        Operasi Pada Kondisi Khusus . Adalah semua operasi yang karena kondisi tertentu, antara lain keadaan alam, atau benda buatan manusia, sifat dan ciri daerah operasi yang unik sehingga memerlukan penggunaan satuan dan peralatan tertentu.
 
22.        Operasi Gerilya .           Adalah operasi non konvensional dilakukan dengan satuan-satuan yang relatif kecil didaerah belakang dan komunikasi lawan untuk mengikat,  mengacaukan dan merongrong kekuatan perang musuh untuk menghindari kehancuran kekuatan sendiri.
 
23.        Operasi Lawan Gerilya .            Adalah segala usaha, kegiatan, tindakan penghancuran terhadap pasukan / satuan gerilya oleh Satuan Tempur maupun Satuan Teritorial dengan Operasi Tempur, Operasi Teritorial serta Operasi Intelijen.

24.        Syarat-syarat Operasi Linud .
a)         Keunggulan udara di tangan sendiri selama Dah Ud dan di Rah Sas.
b)         Ops Khusus,(pameran kekuatan, infiltrasi), keunggulan tdk hrs di tangan sendiri.
c)         Selama Ops Linud, Bantem dipercayakan pd unsur laut, udara dari luar TU.
d)         Tersedia pesawat angkut untuk mengangkut pers dan Alkap Satgat Linud.
e)         Tersedia DPn dan atau DPd.
 f)         Tersedia keterangan yang cukup mengenai cuaca dan intelijen di daerah Sas.
 
25.        Sifat-sifat Operasi Linud .
 
a)         Bersifat taktis: Mampu pengaruhi jalannya ops dan strategis mampu pengaruhi jalannya pertempuran secara keseluruhan.
b)         Selalu dilaksanakan secara gabungan ; unsur udara dan unsur darat.
c)         Rawan sewaktu jun/rat dan reorganisasi,  karena pasukan dan persenjataannya belum tersusun dengan baik.
d)         Pendadakan taktis karena penerjunan masal secara serentak, tiba-tiba di Rahsas
e)         Awal serbuan ke sas, bantuan terbatas karena persenjataan, perbenkalan dan perlengkapan di bawa sangat dibatasi oleh daya angkut pesawat dan puan pasukan
f)          Merupakan pendadakan strategis karena Dahpas ke Rahsas yang jaraknya jauh, dapat dilakukan secara cepat melalui udara.
 
26.        Pembabakan Ops Linud .
 
a.         Perenc dan Persiap : Sejak mulai terima perintah s.d pemuatan ke pesawat.
  b.         Pemindahan Udara .  Sejak selesai pemuatan, saat pesawat berangkat s.d pesawat diatas dopping zone/penerjunan/pendaratan.
  c.         Babak Serbuan .   Dimulai saat orang pertama keluar dari pesawat sampai dengan terbentuknya TU.
  d.         Babak Pertahanan TU .  Dimulai sejak terbentuknya TU s.d terjadinya penggabungan atau ada perintah lain dari atasan.  
 
6.         Ton PU sbg Tim Taikam .
 
7.         Rentisrat .  Suatu renc utk rebut dan menguasai sas pokok. Gbr Tumpuan Udara Tunggal                                                                        
 
17.        Jump Master .     Adalah personel yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang kelinudan dalam rangka menyiapkan dan melaksanakan penerjunan pasukan, alat peralatan serta perbekalan.  
 
18.        Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) .     Adalah gabungan tim pengendali pertempuran dan tim keamanan yang disusupkan terlebih dahulu ke daerah sasaran dalam operasi lintas udara.  
 
19.        Load Master .    Adalah seorang dari awak pesawat yang bertanggung jawab dalam jumlah muat personel atau barang dalam rangka tugas penerjunan.  
 
20.        Pangkalan Udara Pemberangkatan .  Adalah sebuah lapangan terbang untuk memberangkatkan pasukan dan perbekalan dalam tugas penerbangan.  
 
21.        Pandu Udara .     Adalah personel satuan lintas udara yang mempunyai kemampuan menyiapkan DPn/DPd.  
 
22.        Payung Udara Orang (PUO) .      Adalah suatu payung udara yang dipergunakan untuk menerjunkan personel (terdiri dari payung udara utama dan cadangan).  
 
23.        Payung Udara Barang (PUB) .     Adalah payung udara yang dipergunakan untuk menerjunkan barang.  
 
24.        Rencana Taktis Udara .  Adalah rencana yang dibuat oleh satuan lintas udara untuk merebut dan menguasai sasaran pokok yang ditentukan oleh Kogasgab Linud.  
 
25.        Rute Utama, Cadangan dan Pengganti .            Adalah suatu rute penerbangan yang telah dipilih untuk mencapai daerah penerjunan, pendaratan dan ekstraksi dan kembali kepangkalan.  
 
26.        Rencana Pemindahan Udara .   Rencana yang disiapkan secara bersama oleh unsur darat dan unsur udara dalam rangka pelaksanaan operasi lintas udara yang berisi perincian pelaksanaan pemindahan udara dari daerah pemberangkatan ke daerah sasaran.  
 
27.        Satuan Lintas Udara .     Pasukan yang terdiri dari satuan-satuan tempur beserta bantuan log dan peralatannya yang dilengkapi dan dilatih khusus utk melaks ops linud. 
Satlinud dapat terdiri dari :
a.         Satuan-satuan lintas udara TNI-AD.
b.         Satuan-satuan infanteri dan satuan-satuan lain TNI AD dengan latihan-latihan khusus.
Susunan tugas tergantung pada tugas pokok dan kemampuan musuh.  
 
28.        Satuan Tugas Udara .     Dalam operasi lintas udara dapat terdiri dari beberapa unsur dan gugusan tugas untuk mendukung operasi lintas udara, yang terdiri dari :
a.         Pengintaian Udara (Gus Intai Udara).
b.         Tempat Udara (Gus Tempur Udara).
c.         Angkutan Udara (Gus Angkut Udara).
d.         Khusus / SAR (Gus khusus).
e.         Pangkalan Udara (Unsur Pangkalan ).
f.          Pasukan (Dalpur/Dallan).
 
28.        Tempat Parkir Pesawat .            Adalah suatu jalur yang khusus digunakan untuk gerakan pesawat terbang di darat untuk menuju/meninggalkan landasan terbang (Ruin Way).
 
29.        Titik Temu (Dalam Operasi Komando) .     Adalah suatu tempat/bagian medan yang telah ditentukan sebagai tempat berkumpul bagi pasukan raid yang melaksanakan gerakan meninggalkan sasaran secara terpencar atau kelompok-kelompok kecil.  Pada dasarnya penentuan pemilihan titik temu (TT) seperti penentuan titik kumpul (TK), hanya titik temu ditentukan untuk gerakan meninggalkan sasaran.
 
30.        Titik Serak/Sebar Udara .           Adalah titik dimana unsur-unsur telah ditentukan dalam seri mars, bebas dari pengendalian Komandan Seri dan meninggalkan kolone mars guna meneruskan masing-masing.  
 
31.        Titik Kontrol = Check Point .   Adalah suatu titik/tempat yang merupakan titik pengontrolan untuk pesawat dalam suatu rute penerbangan.  
 
32.        Titik Berkumpul .          Adalah suatu tempat disekitar DPn, dimana pasukan beserta perlengkapannya mengadakan reorganisasi untuk melaksanakan tugas selanjutnya.  
 
33.        Titik Muat/Bongkar .  Adalah suatu tempat yang digunakan untuk keperluan pemuatan/pembongkaran ke/dari pesawat.  
 
34.        Tumpuan Udara .          Adalah suatu daerah di wilayah musuh yang telah direbut dan dikuasai melalui operasi serbuan lintas udara dan dijadikan daerah pertahanan dengan menggunakann bentuk pertahanan melingkar untuk dipergunakan sebagai pancangan kaki atau sebagai pangkalan depab dalam rangka operasi-operasi selanjutnya.  
 
35.        Tinggal Landas (Take Off) .     Tahap penerbangan sejak mulai dari pesawat berada di ujung landasan (run way) menghadap arah untuk lepas landas sampai dengan pesawat lepas landas (Air Borne).  
 
36.        Waktu Muat (Loading Time) .   Adalah waktu tertentu yang ditetapkan bersama antara satuan lintas udara dan satuan udara dalam rangka pemuatan personel maupun perlengkapan satuan lintas udara kedalam pesawat.


Pussenif.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar